Showing posts with label cucurgoresan. Show all posts
Showing posts with label cucurgoresan. Show all posts

Sunday, August 21, 2011

The Crumpled Paper



Lagi gak mau cerita soal ini, tapi situasi bikin harus cerita. Lagi not in the mood to write this note, but God sent me to wrote this. Jadi ada apa saudara-saudari? Apakah si perusak pesta sedang dilanda durjana? *_*

Ah tidak juga, cuman mau bilang satu hal, yang terjadi terlanjur jadi dan memang fakta yang terbaik mengatakan demikian. Nasi tidak lantas jadi bubur karena kita memang masak bubur, dan buburpun masih bisa jadi menu yang enak kok.

Setelah imunisasi sakit hati, seharusnya memang yang disuntik lebih imun sama rasa sakit. Tapi ternyata digores pisau tetap saja muncul lukanya. Diguyur alkohol lagi? Sembuh lagi, walau perih. Luka lagi? Diguyur lagi saja *_* tapi jadinya terlalu berulang. Sampai lama-lama dibiarkan saja mengering tanpa perlu diguyur atau diobati lagi.

Sudahlah, lama-lama kebal juga, sampai akhirnya lidah tak lagi bisa membedakan. Manis, asam, asin semua sama..Lalu? Errr...tidak, kertasnya sudah saya remas-remas dan membuat lagi tulisan di kertas baru. Yuk tulis lagi :)

Wednesday, July 6, 2011

Random Keystroke

Biasanya saya masih sibuk dengan pekerjaan jam segini (tak terkecuali hari ini). Tapi pikiran sedang dirobek-robek jadi niatnya mau nyelesaiin berbagai kerjaan ujungnya gak kelar-kelar. Ya sudahlah saya nulis saja di sini.

Dari sebuah situs jejaring sosial saya baca tips jadi ehm [jomblo] bahagia. Sebenernya agak gimana ngobrolin yang satu ini. Imej saya adalah orang yang paling anti dengan namanya cinta-cintaan. Karena tugas saya adalah menjad si perusak pesta errr :P

Makanya, saya mau memutar jarum jam dari tipsy eh,,tips-tips itu..

1.[Katanya] Nikmati duniamu.
[Faktanya] Sendiri memang gak terikat, tapi suatu saat kita butuh ikatan. Memang awalnya enak gak perlu bilang kemana kita mau pergi, kemana kita mau ngapain, kapan kita pulang. But, suatu kali pasti ngerasa perlu ada yang ngebawelin. Ada kalanya capek juga mau tidur gak ada yang kissing your eyes and say "sleep tight"

2. Jadi diri sendiri?
Dari dulu kayaknya belum pernah ganti jadi orang lain deh *_*

3. Care your Family
Keluarga yang mana? Cemara? Cendana?

4. Teman?
Bagi pria tentu lebih berkesan berbincang dengan teman wanita saat kencan tanpa ikatan. Kencan dengan pria *huek*. Rasanya para pria sepakat bila pria lebih baik jadi teman kerja saja.

5. Ganti suasana kamar
Cat dengan warna hitam. Sehitam eyeshadow, cat kuku dan kotoran yang menempel di kukumu. Jangan lupa selalu kenakan baju berwarna hitam. Citrakan kita strong people dan tidak takut 'jatuh'.

6. Rock your soul
Salah banget kalo denger musik ehek-ehek saat sendiri. Biarkan rock mengaliri nadimu pagi-siang-sore-malam

7. Have tons of ladies
Yaa kenalan sebanyak banyaknya dan impress them dah

8. Clubbing every night
Sakit hati? Alkohol obatnya! Hehehehe..enggak dink,gak mesti minum. Nikmati aja suasana gokilnya. Pasti ada juga pemandangan segar *_*

9. Extreme Sport
Harus yang benar-benar extreme. Menembaki foto orang yang membuat kamu sakit hati? Atau berkelahi dengan si tukang tikung. Pastikan bawa gear yang lengkap ya! Jangan ke rumah sakit juga kalau cidera. Dokternya bingung nanti.

10. Never Sleep
Jangan pernah tidur untuk menghindari mimpi soal orang yang menyakitimu. Sebagai gantinya minumlah kopi dan minuman energi sebanyak-banyaknya sampai jantungmu berbunyi dop-dop-dop. Setelahnya pasrahlah...

11. Say no to drama, say yes to GORE!
Tentu menyaksikan cucuran darah lebih oke dari cucuran air mata

12. Eat and Drink until Drunk
Makan, minum, makan lagi minum lagi..sampe ngompol dan BAB-BAB..nyusss

Last..Belanja Gila
Habiskan semua uangmu hanya untuk dirimu!

Saturday, March 12, 2011

Merem Melek Awas Belek!


Siapa sih yang mau jatuh? Jatuh itu..atitt [dengan logat abege kekinian]. Tapi nyatanya, makhluk ciptaan hantu [dibalik ejaannya] yang berkode nama manusia itu malah merem melek pas dapet giliran jatuh.

Gue misalnya, merem melek kesakitan waktu pake sendal yang alasnya udah mulai terkikis dan dengan suksesnya ski dari carport depan istana a.k.a kamarkost. Terus di depan gue ada cewek yang juga lagi kepeleset ke pelukan pacarnya dan merem melek juga.

Mata orang memang hanya ada dua pilihan. Merem atau Melek. Kalau merem tentunya seseorang enggak bakalan bisa melihat apapun. Semuanya serba under feeling dan instict. Kalau enggak, ya meraba-raba kayak orang buta. Kalau lagi melek ya bisa melihat segala sesuatu. Warna-warni, yang asyik-asyik, sampe yang jelek-jelek.

Tapi ada kalanya manusia melek tapi merem atau sebaliknya. Kok bisa? Yes...melek tapi merem..semuanya dia lihat tapi enggak mau merespon apa yang terjadi di lingkungannya. Antisosial, tak peduli dan ego yang penting gue masih hidup adalah beberapa istilah yang menggambarkan secara eksplisit orang-orang kayak gini.

Merem tapi melek juga ada loh! Kebalikannya dengan orang golongan pertama tadi, dia seolah-olah gak melihat apa yang terjadi di lingkungannya. Ibaratnya orang sering menyangka dia 'tidur'. Padahal dia malah sangat peka dengan hal-hal yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

Nah, nyambung lagi sama soal jatuh tadi, ada satu hal lagi yang ehm, bikin merem melek. Bukan kejatuhan korek kuping [kalo ngorek kuping elo pasti merem melek soalnya]. Ya, pasti udah ketebak gue mau ngomong jatuh ke hati [bukan hati sapi, kambing, ayam ato monyet ya].

Ada orang yang doyan banget melek untuk menguber lawan jenisnya. Hobi banget dia melakukan banyak hal demi mendapat sanjungan dan akhirnya si cowok atau cewek jatuh hati. Sayagnya, yang melek beginipun hatinya gak melek. Enggak sedikit yang 'just play with their eyes'. Masalah hati itu urusan belakangan.

Enggak sedikit juga yang milih merem. Takut jatuh terperosok mungkin. Tapi lagi-lagi jalan enggak selalu mulus. Keasyikan merem, di depannya ada lubang. Blos, masuk lubang dan ditolongin. Pas ditolongin mata melek dan berbinar-binar. Mau coba menutup mata lagi, objek di depan mata rasanya sayang buat ditinggal merem.

Ah dasar manusia, merem-melek melulu..Ngaca dulu ah..awas belekan..

Tuesday, August 31, 2010

Well Educated Family = Snob and Strict???


Tadi malam ngobrol ngobrol sama teman kantor habis buka puasa. Ya sharing sharing pengalaman aja sih. Maklum, sesiangan sibuk dengan aktivitas. Ya walaupun kalau yang enggak tahu palingan menganggap what’s this? Hahaha, tapi so fun lah yang jelas.

Nah, singkat kata kita cerita soal background keluarga masing-masing. Well, panjang lebar juga lah. Walaupun menyenangkan sekali. Ditemani segelas kolak yang harganya amat sangat murah [untuk di Jakarta] cerita pun dimulai.

Pertama saya cerita soal pengalaman nulis saya yang ehm [lumayan] tragis tapi manis. Sampai akhirnya cerita soal keluarga. Ya, ini kali keberapa orang yang ngobrol dengan saya menilai saya adalah anak dari keluarga yang well educated.

Ehm, entah kenapa kata-kata itu terlalu naïf untuk disematkan. Mengingat saya adalah orang yang kurang memperhatikan urgensi pendidikan itu sendiri. Skill jelas perlu, tapi kata-kata “Wah, keluarga lo berpendidikan banget ya,” rasanya terlalu berlebihan untuk diamini.

Kalau mau jujur, memang orang tua saya menomor satukan urusan pendidikan anak anaknya. Yang penting dan tidak boleh terlewat adalah sekolah. Kondisi ini memang membuat sedikit dilematis, kadang orang tua memiliki keinginan agar anaknya menjadi yang mereka inginkan.

Waktu saya masih duduk di sekolah menengah, orang tua berharap saya jadi dokter. But it’s so sucks for me. Pilihan saya adalah masuk jurusan IT [padahal hanya suka main game dan ngoprek hardware tapi nilai pelajaran eksak enggak pernah biru] dan menjadi orang yang bergerak di bidang seni dan budaya.

Akhirnya, impian tinggal angan-angan. Saya tetap menjalani jalur yang saya inginkan di bidang seni dan budaya. Masuk Fakultas Ilmu Budaya [so called Sastra] dan orang tua hanya mengamini saja. Sumpah, untuk urusan hitung menghitung saya sangat dodol sekali. Kecuali menghitung uang [mungkin].

Lagi, keadaan yang katanya well educated itu membuat sebagian orang mengesankan bila orang tua saya adalah orang yang snob and strict. Menanggapi itu, mungkin memang ada benarnya. Kedua orang yang membesarkan saya berbackground pengajar.

Terutama babeh saya, dia sudah makan asam garam jadi dosen tapi buntutnya nyemplung ke dunia publishing. Yang terakhir akhirnya melancarkan saya nyemplung ke bidang yang sebelas duabelas lah.

Awalnya, saya melihat babeh masih menerapkan pola ngedosen di publishing. Tapi lama-lama enggak juga. Bahkan lebih terlihat kekinian. Gaya-gaya mengerjakan sesuatu kini sudah seperti anak muda saja. [Tapi tampilannya tetap old sih hehehe].

Bagaimana dengan emak saya?. Sebenarnya emak saya pekerja seni. Tapi entah kenapa agak malu-malu mengakuinya. Jadinya malah terkesan snob and strict itu tadi. Padahal hati kecilnya saya tahu kalau jiwa seninya masih berkobar di usia yang sudah kepala 5.

Hmm, apakah well educated equals snob and strict? Hohoho…masih teka-teki besar yang mulai terkuak perlahan lahan!

Thursday, August 12, 2010

Free Shot!


Dufff, baru muncul lagi malem-malem. Tepar bro, badan 2 hari ini sedang tidak berbaik hati sama saya. Kemaren keracunan SOTO dan diare masih belum fit. Huhu, not good at all. Fasting in sick is not good at all. Bwahahaha but I try to finish fasting day by day.

I try to finished my games. Ya reviewer yang baik harus menamatkan game yang dicoba [starting from COD4, Prison Break, and now GTA IV Liberty City]. Game is similar with Novel or Film, it means if you have watched or read it, you must read or watch it until the end. Jangan nanggung, nanti jadinya hanya kira-kira dan bahkan lebih ‘get into it’ kalau kita udah bisa namatin game itu.

Tapi mendadak saya kangen sama toycam. Yap, HOLGA killed my brains [hayah berlebihan buanget]. Kangen mainin kamera itu lagi. One of the Lomography spirit is freedom of expression. Just shot if you want. Asik banget kan, gak perlu ngatur ini itu jepret jepret jepret dan whooo.

But I should finish my new responsibility. Banyak orang bertanya apa sih? Yes, it’s a lil secret. Tapi gak lama lagi palingan udah pada tau kok. The job is so fun. And I love it..Yap, let’s pray to the boss of the universe.

Tuesday, August 10, 2010

Don’t be Fragile

God..The Boss of The Universe, give me power, give me light and show me the way. I always said these pray every second in my heart. I just can share this feeling to you God The Almighty. Amen.

Sorry [kayaknya tulisan saya akhir akhir ini agak menye] sebenernya saya selalu menghit tangan saya supaya tidak menulis ego di sini. Ya, meskipun titelnya blog pribadi tapi rasanya kalau sharing sesuatu yang lebih informative [sukur sukur menghibur] ya itu lebih baik kayaknya.

Yeah, mengintip isi tas dan saku apa saja sih yang harus [dan akan sangat membantu aktivitas harian?] Ini dia,,,[taraaaa] dan kenapa mesti ada ^_^

Ipod Touch 32 GB

Yep, music is my life music is in my mind. Jelas ditengah carut marutnya suasana lalu lintas [manusia dan kendaraan] ibukota mendengarkan musik yang sesuai selera jelas bisa membunuh kejemuan. Lalu kenapa yang touch? Hmm, fungsionalitas dari gadget ini bukan sekedar denger musik, tapi juga gaming dan browsing. Nonton video juga lumayan lah. Wi Fi jelas ada. 3 kebutuhan saya yang paling urgent, musik, gaming dan browsing masuk semua dalam gadget ini.

Nokia E 71

Huhuw, this is my godamn cellphone. Tombolnya enak buat ngetik [berita, blog atau apapun] dan baterenya tahan lama dah. Bisa 3 hari meskipun seharian diuyek uyek [dipake terus] dan bikin gak perlu was was ngecas. Beberapa orang menyarankan ganti N97. Oke, itu gadget yang keren dan banyak fungsionalitasnya. Tapi sampai saat ini saya belum menemukan urgensi membeli gadget itu.

Nokia 6275i


Handphone ini umurnya memang udah udzur. Tapi sampai sekarang keberadaan handphone CDMA masih diperlukan. Komunikasi dalam kota sih. Bwahahaha. Dan rasanya fiturnya cukup oke kok buat sebuah telepon CDMA.

PSP

Yeap, as a gamer I need this console. Memang IPOD Touch udah mumpuni buat gaming. Tapi buanyak game yang lebih asik dimainin di sini. Dan memang sejatinya sebuah konsol game memang buat gaming. Bukan buat dengar musik atau yang lainnya. Nintendo DS [ehm, kurang tertarik dengan konsol berstylus]. Kurang fleksibel aja kayaknya, dan ehm bentuknya gak seseksi PSP.

Blackberry Onyx

Ya, peranti komunikasi yang semakin menggila digunakan para abege sampai nenek nenek ini tak lain tak bukan dibawa karena banyaknya orang yang menggunakan fasilitas BBM. Dan ya diakui yang satu ini paling efektif buat ngirim email dan posting blog.

HP Mini 210

Yep netbook, lagi lagi fungsinya untuk menuangkan tulisan, berinteraksi lewat jejaring sosial dan ngeblog. Dan oupss satu lagi, menyimpan dan ngirim foto hasil jepretan kamera. Pengennya sih gaming notebook. Tapi ampun dah harganya. Mending itu buat ngerakit PC gaming baru dah. Lebih seru ganti ganti peripheral ketimbang ganti notebook yang [kayaknya] bakal lama banget.

Canon EOS 450D


Jadul ya hehe..tapi ini mainanku loh. Juga senjataku. Tapi jangan tanya teknik foto sama saya ya. Meskipun pernah nulis buku soal Jeprat Jepret. Saya tetaplah yang tergoblok di dunia potret memotret [hahaha]
Yep, keep smiling 4 me DON’T BE FRAGILE . [Ehm, katanya sipacar habis tabrakan. Not good to hear nih]. Oh duhhhh....gak enak perasaan sumpah, mana jauh lagi hmmm...

Life is a Game..errr Life is Gaming



Kalo orang bilang Life is a Game, buat saya Life is Gaming. Yeah, kalau sudah ketemu satu kata bernama game maka semua hal bisa tersingkirkan begitu saja. Ini berlangsung sudah dari zaman saya SD sampe sekarang bekerja.

Entahlah, saya lebih memilih main game seharian ketimbang hang out hang out diluaran lama lama. Ya bukan berarti males gaholll. Bukan, tapi game sukses menghipnotis saya. Apapun bakal dilakukan biar bisa ngegame [at least at handheld console].

I try to solve and finished all of my games which I played em. Kata bos gaming, kalau gak tamat main mending jangan main sekalian. Yes, ini bener banget, kayak nonton film aja lah. Kita mau review film tapi filmnya gak tamat ya apa yang mau ditulis. Sama review game pun begitu. Mau bikin tulisan tapi mainnya cuman icip icip.

Heheu, I sit in a new desk. And I Hope I can do these perfectly. AMEN.

Sunday, August 8, 2010

Praying in The Morning



God, let me cry for you The Boss of The Universe. Because I'm just your little creature. Anything will be bad without you. For so long time I feel far from you. But I want to share everything with you in sadness and happiness. Give me power, give me light so I can finish these responsibilities perfectly. Amen.

NB: I have finished 2 new books in 2010 [thanks god] and please show me your best way in this life. Amen.

Everybody, Happy Fasting, No More Irritating and Keep Smiling.

For my Familla-Lovely Dad, Mumz and Sist in this Ramadan I can stay with all of you. But I promise, I will go home if I have finish my first responsibility here. So let's pray again and again. [Maybe I will go home at first week of Ramadan. Miss ya all]

Last Ramadan I still stay at home, always sahur together with my dad and mumz. Oh yeah..there was a big earthquake in West Java. Owh great experiences in reporting news. Hope this year everything is getting better AMEN.

One more I want to say..God..You are The Boss of The Universe..so please Give me Light..Show me The Way..Amen.

Wednesday, August 4, 2010

Bedroom is [Not] Bad Room

8 taun lalu saya mulai ngekos di kota yang[katanya] salah satu kota paling panas di Indonesia. Demi menuntaskan studi dan menimba pengalaman di negeri orang saya melalui 5 tahun di sana. Dan sebagaimana seorang yang merantau saya harus mencari tempat untuk tidur, dan aktivitas lainnya.

Akhirnya saya menemukan tempat yang lumayan. At least itu yang cukup lumayan dari yang pernah saya temui sebelumnya. Tapi dasar saya orangnya [tidak] begitu rajin untuk beres-beres kamar. Jadilah kamar kos saya waktu itu hampir sama dengan kapal pecah.

Awal awal masih lumayan, tapi pernah suatu kali amburadul luar biasa. Semua buku, majalah, kaset, CD dan buanyak benda benda aneh bertebaran tidak karuan. Komputer saya sudah seperti dalam gudang. Penuh debu, warnanya pun coklat jadinya. Begitu pula perabotan lainnya.

Beberapa bulan setelahnya kamar dibenahi, hampir seharian membersihkan kamar yang udah mirip kandang kebo itu. Tapi selidik punya selidik pas kamar berantakan biasanya aktivitas lainnya juga berantakan [kuliah telat bahkan jarang masuk, kerjaan sampingan keteteran dan banyak lagi].

Habis kamar diberesin, agak lumayan lah. Aktivitas saya jalan lagi dengan cukup tertata. Pelan tapi pasti kuliah mulai ikut beres. Mata kuliah yang ketinggalan pun kekejar lagi [walaupun tetap sempoyongan].Suatu kali teman kos saya ngajak ngecat kamar. Wow, ngecat pas liburan [ide yang baik?]. Dan ternyata, membereskan kamar saya yang jeda setaun dari terakhir dibersihkan total penuh sampah itu butuh waktu hampir 2 hari.

Padahal waktu itu saya sudah bekerja di sebuah event organizer. Alhasil 2 hari itu saya izin dengan berbagai alasan. Habis bagaimana, kamar saya bak ditata dari nol. Dan dari situ sih gak pernah sampai super berantakan. Cuman paling kotor-kotor yang bisa dimaklumi.

Pindah ke kota asal ternyata tidak begitu saja mudah. Mengepak barang dari kos dan menata di kamar baru ternyata sulit juga. Seharian penuh saya habiskan untuk menata itu semua. Sisa memasang sambungan antenna dan lain lainnya dilakukan beberapa hari kemudian. Tempat baru itu jauh lebih nyaman dari di kos saya dulu, meaning lebih bersih dan lebih betah berada di dalamnya.

Tapi lagi lagi penyakit lama kumat, hampir 2 taun dari penataan total itu saya tidak pernah melakukan pembersihan total. Akibatnya pas mau pindahan ke tempat yang baru [in the capitol of Indonesia] saya kelimpungan lagi. Seharian saya habiskan untuk mengusir debu, mengepak dan membuang berkarung karung sampah yang dipelihara 2 tahun saya tempati.

Masuk kamar baru, saya sudah tidak mau mengulang kebodohan sebelumnya. Apalagi kamar yang sekarang jauh lebih nyaman dari 2 kamar sebelumnya. Rasanya memalukan kalau saya tidak membersihkannya dengan baik. Apalagi ini tempat istirahat saya setelah seharian bergulat dengan rutinitas ibukota. Yea, bed room is not badroom.

Saturday, July 24, 2010

Kaos Oblong dan Jeans Bolong


Seorang teman yang kini telah menjadi artis [bukan selebritis] dari pertama saya kenal selalu mengenakan kaos oblong yang [kadang] sudah bolong dan jeans belel. Kadang jeans dia sobek, tapi usut punya usut bukan sengaja disobek tapi karena hanya
2 pasang dan dipakai bergantian sebulan sekali tiap dicuci jadi tipis dan bolong.

Disindir siapapun dia tetap cuek. “Ada yang lebih penting dari sekedar beli baju,” kilahnya. Tahun demi tahun berlalu, dia tetap bertahan dengan gayanya. Masuk kerja pun begitu. Tapi seperti saya bilang di depan dia sudah menjadi ‘seseorang’.

Belakangan saya ketemu dia lagi, dia sudah tampil sedikit berbeda. Kali ini kombinasi army style dan hardcore. Kaos hitam polos dan celana loreng dan sepatu boots. [So hardcore banget] dan karirnya juga semakin meroket.

Orang kerap memandang sebelah mata kala orang berbusana seperti ini. Malah dibilang terkesan dekil. Termasuk orang-orang yang memandang saya sekarang. Kalau boleh meminjam istilah salah satu penulis favorit saya, stylenya sudah menyaingi fashionista dengan istilah gembelnista [kayak gembel dan nista].

Saya selalu menggunakan celana jeans sejak SMA. Sebelumnya gaya fashion saya kacau balau akibat selalu memakai baju yang dibelikan orang tua. Tapi basically tetap sama, kaos dan celana. Yang lucu saya kerap memakai kaos ungu dan celana biru [bukan jeans karena waktu itu belum punya], kaos hijau dan celana cokelat [betapa tidak nyambungnya] dan banyak lagi lainnya lah.

Waktu farewell party SMP saya pun tetap pakai kaos. Hitam dan celana coklat dengan kamera terkalung. Masuk SMA setiap pergi main atau kemanapun tetap saya pakai kaos dan jeans. Kalaupun harus pakai kemeja itu hanya sesekali saja dan in super special situation.

Perpisahan SMA saat harus dress up in theme saya pilih A Tribute to Garage Rock [dengan pakai kaos dan jeans again ditambah jas yang fit body]. Yeah memang bagaimanapun rasanya kaos dan jeans sudah jadi fashion killer saya. Ehm fashion killer ? [Kalau kata jurnalis lokal favorit saya Soleh Solihun waktu pembacaan ICEMA Awards fashion killer adalah Fanta Papa India disingkat tentunya].

Kuliah? Wah, karena sudah bebas saya tetap tidak ganti busana, kaos oblong dan jeans bolong. Sesekali pakai polo shirt. Teman saya yang disebutkan di depan tadi malah sampai ditegur “Ki ajarane wong endi nggo katok suwek nang kampus,”. Tapi dasar dia cuek, santai saja dan akan selalu begitu.

Salah satu teman kos yang ‘super gaul’ gayanya sempat bertanya kenapa saya tidak pernah pakai celana bahan. “Eh lo enggak pernah pake celana bahan ya?” “Ngapain?,” jawab saya. “Ih itu keren banget tau apalagi buat ngedate,” katanya berapi-api [maklum si teman yang satu ini memang pebisnis MLM].

Kontan omongannya tadi bikin saya mau ngakak abis. Tapi kayaknya perlu ada flashback sedikit soal teman saya ini. Kurang gaul bagaimana, tiap di kos aja kaosnya dimasukin ke kolornya [seperti babeh-babeh taun 60an]. Kalau berangkat kuliah pake celana bahan dan kemeja lengan panjang. Dan perlu dicatat dia 4 taun lebih muda dari saya.

Dan satu lagi, di pinggangnya selalu terselip hape warna PINK!
Sahabat saya ada yang serupa-rupa dengan dia. Tapi yang ini gak separah si teman kos. Kombinasi kemeja dan celana kargo atau jeans [ya normal lah]. Dan 4 semester terakhir sebelum lulus dia sempat membuat rambutnya jadi potongan emo atau harajuku [in his version of course]. Tapi alasan dia lebih logis, “Semarang panas bro. Jadi cepat gosong kalau pake tangan pendek,”.

Belakangan dia masuk kerja [di institusi pemerintahan] dan malahan jauh lebih lumayan. Tumben-tumbenan kalau dating dia pake kaos oblong dan jeans [yang enggak bolong]. Tapi he looks younger 10 years I think haha [sorry bro, but my vision say that].

Bagaimana nasib fashion saya setelah masuk dunia kerja?. Ehm ternyata tidak jauh berbeda [tetap nista maksudnya]. Cuman kalau dulu kaos oblong saya banyak didominasi warna hijau, sekarang saya banyak [hampir semua] mengenakan kaos warna hitam.
Yes, all my t shirt is black. Alasannya mudah saja, selain tidak cepat kotor kondisi air untuk nyuci kadang tidak bagus [jadi cepat kuning]. Tapi orang-orang yang melihat saya menyangka gara-gara musik metal yang identik dengan warna hitam [ya itu benar juga sebenarnya].

Waktu pacaran, si pacar juga bilang “Udah enggak usah aneh-aneh, aku cuman pengen liat kamu seperti yang pertama aku liat,” yes it means pertama saya ketemu dia ya tentunya dengan kaos hitam dan jeans hehe. Cuman yang penting buat dia adalah bersih [enggak banget kalau jeans belum dicuci seminggu apalagi udah kena becekan].

Nampaknya kaos oblong dan jeans bolong akan selalu menemani hidup saya. [Mengingat saya tidak ingin dan tidak akan pernah bekerja di tempat orang-orang berdasi haha]. Meskipun sekarang sih sudah tidak terlalu gembelnista lah [at least kaosnya masih yang belum pudar warnanya dan jeansnya tak lagi bolong] tapi sesuai kata teman saya “Dengan begini rasanya kita akan lebih plong!," katanya sambil terus sibuk didepan monitor.

Tuesday, July 20, 2010

Meaning of Your Parents


Gue mungkin satu dari sekian banyak anak yang enggak begitu dekat sama orangtuanya. Yes, enggak begitu dekat mean enggak begitu dekat tinggalnya dan begitu pula hatinya. Tapi bagaimana kalau sudah diingatkan seperti ini?

Saat kau berumur 1 tahun:
Mereka menyuapi dan memandikanmu. Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam.

Saat kau berumur 2 tahun:
Mereka mengajarimu bagaimana cara berjalan. Sebagai balasannya, kau kabur saat mereka memanggilmu.

Saat kau berumur 3 tahun:
Memasakkan semua makananmu dengan kasihsayang. Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai.

Saat kau berumur 4 tahun:
Mereka memberimu pensil berwarna dan sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja makan

Saat kau berumur 5 tahun:
Mereka membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan bagus. Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah. Bahkan kadang-kadang enggan memakainya dan lebih memilih pakai singlet bututmu.

Saat kau berumur 6 tahun:
Mereka mengantarmu pergi ke sekolah. Sebagai balasannya, kau berteriak."NGGAK MAU!!"
[Yes gue teriak enggak mau sekolah selama hampir 1 tahun].

Saat kau berumur 7 tahun:
Mereka membelikanmu bola. Sebagai balasannya, kau lemparkan bola ke jendela tetangga. [Disamping waktu itu gue enggak suka main bola]

Saat kau berumur 8 tahun:
Mereka memberimu es krim. Sebagai balasannya, kau tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.

Saat kau berumur 9 tahun:
Mereka membayar mahal untuk les Matematikamu.Sebagai balasannya, kau sering bolos dan sama sekali tidak pernah menghafal.

Saat kau berumur 10 tahun:
Mereka mengantarmu ke mana saja, dari kolam renang hingga pesta ulang tahun.Sebagai balasannya, kau melompat keluar mobil tanpa memberi salam.

Saat kau berumur 11 tahun:
Mereka mengantar kau dan teman-temanmu kebioskop.Sebagai balasannya, kau minta mereka duduk di baris lain

Saat kau berumur 12 tahun:
Mereka melarangmu untuk melihat film khususorang dewasa.Sebagai balasannya, kau tunggu mereka sampai keluar rumah

Saat kau berumur 13 tahun:
Mereka menyarankanmu untuk memotong rambut,karena sudah waktunya.Sebagai balasannya, kau katakan mereka tidak tahu mode.

Saat kau berumur 14 tahun:
Mereka membayar biaya untuk liburan selama sebulan liburan.Sebagai balasannya, kau tak pernah meneleponnya.

Saat kau berumur 15 tahun:
Pulang kerja ingin ngobrol denganmu. Sebagaibalasannya, kau kunci pintu kamarmu dan pura-pura tidur

Saat kau berumur 16 tahun:
Mereka ajari kau mengemudi mobil dan motornya. Sebagaibalasannya, kau pakai kendaraannya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.

Saat kau berumur 17 tahun:
Mereka sedang menunggu telepon yang penting Sebagai balasannya, kau pakai handphone nonstop semalaman

Saat kau berumur 18 tahun:
Mereka menangis terharu ketika kau lulus SMA. Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.

Saat kau berumur 19 tahun:
Mereka membayar biaya kuliahmu dan mengantarmuke kampus pada hari pertama.Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.

Saat kau berumur 20 tahun:
Mereka bertanya, "Dari mana saja seharian ini?" Sebagai balasannya, kau jawab,"Ah pada cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!"

Saat kau berumur 21 tahun:
Mereka menyarankan satu pekerjaan yang menurut mereka bagus. Sebagai balasannya, kau katakan,"Aku tidak ingin seperti kalian."

Saat kau berumur 22 tahun:
Mereka bertanya kapan kau lulus perguruan tinggi. Sebagai balasannya, kau tanya mereka kapan kau bisa ke Bali.

Saat kau berumur 23 tahun:
Mereka membelikanmu 1 set furnitur untuk kos-kosanmu. Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furnitur itu.

Saat kau berumur 24 tahun:
Mereka bertemu dengan pacarmu dan bertanyatentang rencananya di masa depan.Sebagai balasannya, kau mengeluh,"Aduuh, bagaimana kalian ini, kok bertanya seperti itu?"

Saat kau berumur 25 tahun:
Mereka membantumu membiayai rumah barumu. Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.

Saat nanti kau berumur 30 tahun:
Mereka memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu.Sebagai balasannya, kau katakan padanya,"Wah, sekarang jamannya sudah berbeda!"

Saat nanti kau berumur 40 tahun:
Mereka menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun mereka.Sebagai balasannya, kau jawab,"Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.".

Saat nanti kau berumur 50 tahun:
Mereka sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu. Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.

Dan hingga suatu hari nanti:
Mereka meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kauteringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam.

Gue cuman diam terpaku sampai saat ini.