Sunday, January 2, 2011

Read and Write NOT Copy and Paste


Menulis sudah ibarat nafas bagi saya, rasanya kalau tidak menulis maka itu berarti kehidupan sudah berakhir (bukan mau lebai) tapi itu benar. Menulis tidak perlu menjadi sebuah wacana panjang. Rentetan tweet di twitter atau sekedar status di facebookpun sudah bisa dikategorikan menulis. Nah bicara soal kualitas tulisan, ternyata akan banyak dipengaruhi oleh nutrisi si penulis.

Nutrisi? Yes, nutrisi si penulis itu bagi saya ada dua. Pertama asupan pengetahuan yang didapatnya dari pengalaman dan bacaan yang kerap dia baca dan kedua nutrisi yang sesungguhnya dari apa yang dimakan dan diminum. Apa hubungannya? Secara teori bodoh saya, semakin banyak seseorang berpetualang (di zaman yang sudah sangat akrab dengan dunia maya ini petualangan tinggal type and click hehehe) dan membaca semakin banyak hal yang ia ketahui. Lalu apa yang dikonsumsi juga akan berpengaruh. Makan-makanan yang sehat akan membuat badan lebih fit dan bertenaga saat menulis.

Saya sama sekali tidak menganjurkan untuk menulis dengan doping kopi (apalagi black coffee) dalam porsi berlebih. Selain tidak sehat, hasilnya juga menimbulkan efek ketergantungan. Sesekali bolehlah tapi rasanya lebih banyak minuman yang tak kalah nikmat seperti susu, jus, cokelat atau teh. Bila sulit meninggalkan kopi, sesekali silakan buat kopi susu atau icy coffee. Tapi ingat, hanya sesekali dan bukan menjadi rutinitas setiap hari.

Ngomong-ngomong soal baca, awal tahun 2011 ini saya kembali membaca BUKU. Yep buku yang sebenar-benarnya bukan eBook atau PDF. Rasanya memang tetap beda, membaca digital vs membaca manual memang memiliki sensasi sendiri. Saya sendiri lebih suka membaca manual yang sebenar-benarnya. Rilisan fisik memang selalu lebih cihui.

Ah ya, ternyata sipacar menyukai laki-laki yang membaca. Ajaib memang, entah kenapa. Tapi memang dari dulu saya suka membaca. (Bahkan sebelum menekuni profesi penulis dan jurnalis). Hmm, mari baca lagi…sebelum siap-siap menulis lagi setelahnya..read and write culture..not copy and paste culture…

Monday, December 6, 2010

Bila Hidup Seindah Kartun


Pagi-pagi, saya bangun dan teringat kalo hari ini, ehm UNICEF mencanangkan tanggal 6 Desember sebagai hari “Fight Against Child Abuse”. Semua orang yang aktif di situs jejaring sosial diajak mengganti foto profilnya dengan karakter kartun favoritnya di masa kecil dulu.

Ya, kartun memang selalu bikin kita ketawa. Selalu inget masa kecil jadinya. Bagaimana masa kecil kamu semua? The reader of this blog, or anyone…tsssah. Apakah masa kecil kamu dipenuhi dengan bermain-main dengan orang tuamu? Atau malah sebaliknya, penuh penyiksaan dan kekerasan sehingga saat bersama orang tua adalah saat-saat yang ingin segera diakhiri?

Saya memang belum menjadi orang tua, tapi selalu miris rasanya melihat orang tua yang enggan mengurusi dunia anaknya. Seolah waktu sudah tak cukup lagi untuk sekedar bermain bersama anak-anak.

Well, actually kita semua hidup berawal dari anak-anak. Enggak mungkin kan kita hidup langsung jadi remaja atau orang tua? Ibarat pohon, kalau sudah dibuat cacat dari waktu masih tunas, saat tumbuh dia enggak bakalan sempurna. Rasanya begitu pula dengan manusia. Kalau anak-anak dididik dengan dipukulin pakai sapu wajar saja kalau sampai jadi mahasiswa pun menyelesaikan masalah dengan gebuk sana-sini. Kenapa? Simpel aja sih, anak-anak cenderung lebih mudah mengingat ketimbang orang tua.

Ehm, ngomong-ngomong karakter pilihan saya Astroboy. Kartun legendaries dari Negeri Sakura itu sampai sekarang saya suka. Bahkan masih ada kaosnya dan pernak-perniknya. Kenapa saya suka? Well jawabannya simpel, dia lucu dan robotic. Kombinasi 2 hal yang sangat keren menurut saya.

So, buat para orangtua rasanya gak perlu lagi merasa kehabisan waktu untuk setiap hari main sama anak-anaknya. Although cuman setengah jam main game, atau cerita-cerita pake boneka dan action figurenya. Come on, save our children!

Saturday, November 6, 2010

Custom is The Best Choice (For Me)


Saya sangat menyukai apapun yang bisa dikustomisasi. Dari gadget. busana, kendaraan dan apapun. Kenapa? Karena disitu kreativitas kita diuji. Ambil satu contoh, PC Branded. Oke, pasti produknya sudah dirakit secara pabrikan dan tidak sedikit yang keren-keren. Tapi kalau kamu dan temanmu membeli PC yang sama, keduanya akan menjadi kembar dan akhirnya fitur-fitur keren yang dibenamkan ke dalamnya menjadi biasa-biasa saja.

Contoh lainnya, diantara 4 generasi OS smartphone yang ada saat ini (Apple OS, Blackberry, Android dan ehm Symbian) yang paling bisa dikustomisasi adalah Android. Mungkin Blackberry dan iPhone boleh terlihat lebih glamor dan berkelas. Atau Symbian yang ehm, digunakan ribuan orang di sini. Tapi fitur kustomisasi terbanyak akan memiliki nilai lebih tersendiri.

That’s why I always love PC modding. Saya sangat mengapresiasi para modder dengan otak-otak kreatifnya. Mereka berbeda kelas dengan kemampuan teknikal para overclocker. But it’s oke kok. I prefer something custom than somethin so technical.

Jiawww…..

Saturday, October 16, 2010

Some Magic Numbers



Me and her have some magic numbers

11+11=22

8+11=19

22.22

And ehm C2/24

Click..click..click…Fall down…