Sunday, August 21, 2011

The Crumpled Paper



Lagi gak mau cerita soal ini, tapi situasi bikin harus cerita. Lagi not in the mood to write this note, but God sent me to wrote this. Jadi ada apa saudara-saudari? Apakah si perusak pesta sedang dilanda durjana? *_*

Ah tidak juga, cuman mau bilang satu hal, yang terjadi terlanjur jadi dan memang fakta yang terbaik mengatakan demikian. Nasi tidak lantas jadi bubur karena kita memang masak bubur, dan buburpun masih bisa jadi menu yang enak kok.

Setelah imunisasi sakit hati, seharusnya memang yang disuntik lebih imun sama rasa sakit. Tapi ternyata digores pisau tetap saja muncul lukanya. Diguyur alkohol lagi? Sembuh lagi, walau perih. Luka lagi? Diguyur lagi saja *_* tapi jadinya terlalu berulang. Sampai lama-lama dibiarkan saja mengering tanpa perlu diguyur atau diobati lagi.

Sudahlah, lama-lama kebal juga, sampai akhirnya lidah tak lagi bisa membedakan. Manis, asam, asin semua sama..Lalu? Errr...tidak, kertasnya sudah saya remas-remas dan membuat lagi tulisan di kertas baru. Yuk tulis lagi :)

2 comments:

Goddess said...

Hi! It's me Iwed! Ternyata punya blogger juga yah, hwehehehehe

Renee said...

Suka sama yang ini :)