Wednesday, August 17, 2011

Hari Kemerdekaan dan Nyanyian Lagu Kebangsaan



Katanya sebuah negara sedang merayakan selebrasi kemerdekaannya hari ini. Dari berbagai surat kabar dan media online di layar 24 inci yang dibaca si perusak pesta banyak berita mengenai HUT ke-66 ini.

Satu hal yang cukup menggelitik buat saya adalah angka 66 yea 6=6=6 hoho, jadi teringat ketika si Corey 'Slipknot'-'Stone Sour' Taylor menyanyikan "If you are 555 and I'm 666,". Memang sedikit kurang nyambung, tapi kolaborasi angka ini walaupun 6nya kurang satu cukup menggelitik saya. Kenapa? Ah kalau ini hanya reka-reka saja kok.

Nah, tadi pagi saya bangun dan kotak pembodohan yang menemani saya tidur masih menyala. Suara lengkingan vokalis salah satu band gahol masa kini membangunkan saya yang baru tertidur sedikit lebih dulu sebelum ayam jantan berkokok. Jreng, saya pun bangun. Sambil kucek-kucek mata saya melihat sang artis mengenakan busana putih merah. "Oh 17-an nih maksudnya," gumam saya.

Sambil bersih-bersih kamar si kotak 15 inci itu masih belum berganti acara. Saya tidak sempat mengganti channel, lagi-lagi artis berikutnya tampil dengan nuansa merah putih. Tapi apa yang mereka nanyikan adalah lagu cinta picisan dan tidak ada hubungannya dengan nuansa kebangsaan dari busana yang mereka kenakan.

It's oke kok buat saya mereka mau nyanyi seperti apa, lagunya kayak apa dan seperti apa musiknya. Toh kalau saya tidak suka tinggal tekan tombol mute. Nah yang cukup menggelitik saya untuk menulis soal ini adalah relevansi kostum merah putih dan lagu nasionalnya. Kenapa di hari yang katanya peringatan kemerdekaan ini mereka tidak menyanyikan lagu kebangsaaan atau lagu nasional dengan gaya mereka?

Sama dengan ketika saya menghadiri peringatan 17-an di salah satu daerah beberapa tahun lalu. Dari kamar tempat saya menginap sayup-sayup terdengar lagu nasional diputar. Namun beranjak siang, lagu-lagunya berganti jadi lagu MElayu toTAL yang sedang hype pada jamannya. Hingga sampai malam selebrasi dengan berbagai lomba dan panggung, tidak ada lagi gaung peringatan hari kemerdekaan selain kerlap-kerlip lampu merah putih dan bendera plastik yang masih menjadi dekorasi venue.

Kalau begini, apakah ada bedanya peringatan Agustusan, 17-an ataupun peringatan hari kemerdekaan dengan panggung dangdutan? Ada yang tersindir dengan tulisan saya? Loh bukannya kini sudah MERDEKA untuk mengemukakan opini?

0 comments: