Tuesday, September 13, 2011

Hutang di Lahan Pejuang

Gila, hutang saya semakin menggunung! Bukan, tentunya bukan rupiah ataupun dollar yang belum terbayarkan [dan semoga tidak demikian adanya]. Tapi dilanda banyak hutang tulisan dan bacaan.

Apakah saya terbebani dengan kutang, eh hutang-hutang itu? Saya menggeleng pasti. Tidak ada yang bisa mengerem hasrat menulis saya. Sekalipun tinta habis, kertas tipis apalagi hanya urusan kantong tiris. Selalu harus ada aktifitas menulis, atau mungkin nanti saya bisa kena sipilis [amit-amit].

Ah, saya semakin berhutang semenjak kepingan puzzle kehidupan saya ketemu. Kami memang sangat gila akan halaman, peramu kata, fetish dengan papan ketik untuk menciptakan aneka kolaborasi yang menggelitik dan unik.

140 karakter hanya menjadi jajanan dan tak pernah membuat perut kenyang. Walaupun jajanan sehat, tetap saja butuh nasi ala orang Indosnesos. Demi tuhan, kelaparan di malam hari itu sangat tidak mengenakkan. Ah dasar saya memang tukang lapar saja kalau itu.

Siang tadi benar-benar bolong dan panas. Matahari seolah tidak memiliki saringan payung sedikitpun, cus keringatpun berucuran. Jangan dulu mengeluh, di belahan ibu [kota] ini ternyata belahan jiwa saya semakin menunjukkan keperkasaannya. Hingga jarak tak lagi dirasakan untuk bertemu muka dan menghantarkan kudapan untuk mengisi perut yang sudah berteriak berbagai lagu.

Oh my gosh, ini benar-benar sesuatu yang sesuatu banget. Di kota yang konon begitu kejamnya ini, niat baik kepingan puzzle kehidupan sudah tak lagi mengenal batasan. Tak peduli arah mata angin, arus jalan yang tak menentu ibarat menembus badai tanpa pelampung.

Saya akan merasa tambah berhutang, ketika tak sempat menggores pena di kamar kecil ini. Rangkaian kata bisa menjadi kereta pengobat rasa. Sembari tentunya mencicil sedikit demi sedikit hutang bacaan. Seandainya membaca bisa secepat menulis barangkali saya akan memutar aktivitas untuk sementara, maka tanpa perlu ditanya akan segera menjungkir balikannya.

Wahai kepingan puzzle kehidupan, nantikan aku di halaman, serpihan kertas hingga daun-daun kering berisi tulisan yang [semoga] membuat ketagihan terus menerus.

NB:Maaf kalau krang panjang ya @blessedirene..mata sulit berkompromi :( bahkan sinkronisasi antar huruf dan mousepun tak lagi betul

0 comments: