Sunday, July 11, 2010

Dari Metal Jadi Guru Gitar

Bagi anda yang pernah menonton film School of Rock, pasti ingat dengan tingkah Jack Black yang mengajar di sebuah kelas dengan metode pengajaran yang nge-rock abis. Sekarang bagaimana jika seorang musisi metal mengajar di sekolah umum? Hinhin Agung Daryana telah membuktikan bahwa pengajaran di sekolah dan metal bisa berjalan beriringan.

Nama Hinhin Agung Daryana mungkin masih jarang terdengar di telinga. Maklum saja pria kelahiran Bandung 15 Juli 26 tahun yang lalu ini, lebih sering dikenal dengan sebutan Akew Beside.

Mulai tahun 2007 akhir Akew, pindah tempat kursus ke Yamaha Music School. Dari sini karir Akew sebagai guru gitar semakin berkembang. "Nah di Yamaha itu pas tahun 2008 ada audisi buat jadi guru gitarnya Yamaha Musik Indonesia (YMI) dan saya lolos," tutur Akew.

Sekalipun sudah berstatus guru gitar, Akew masih terus berkarya bersama band-band cadasnya. Sejak tahun 2001, Akew tercatat sebagai gitaris Ababil, Majusi, Bedebah, Soldier Fight, hingga akhirnya bergabung bersama Beside dan Dinning Out.

Saat ini selain mengajar di Yamaha, Akew juga masih memberi privat ke rumah-rumah dan juga menjadi guru gitar di Agung Guitar Course (AGC). "Lumayanlah, dari hobi jadi menghasilkan. Saat ini jumlah murid saya ada 35 orang di berbagai tempat kursus," tutur pria lulusan STSI jurusan Karawitan ini.

Setelah berkarir sebagai guru gitar di tempat kursus ataupun privat, lulusan STSI jurusan karawitan ini mulai mencoba memperluas sayapnya ke dunia pengajaran seni yang lebih luas.

"Background saya sudah seni musik, biar lebih maksimal ilmunya saya coba ngajar aja. Jadilah saya ngajar di SMP Aloysius Batununggal sejak tahun 2009 ini," tutur Akew.

Akew mengaku dunia pengajaran yang lebih formal dan luas menjadi tantangan tersendiri bagi seorang musisi metal seperti dirinya. "Meskipun musik sudah mendarah daging, awalnya tetap saja tidak mudah untuk mengajar seni musik," akunya.

Meski begitu akhirnya Akew berhasil menemukan pola pengajaran yang dianggapnya cocok untuk menangani murid-muridnya. "Saya kasih kebebasan aja, bebas berekspresi tentunya. Tapi kalau ujian ya harus serius," tutur Akew.

Posisi dirinya yang merupakan salah satu personel band cadas asal Bandung, Beside, Akew menuturkan mendapat keuntungan lantaran anak-anak
didiknya mengenalnya sebagai gitaris Beside.

"Awalnya murid-murid saya di Aloysius bengal-bengal. Tapi sejak tahu saya gitaris Beside entah kenapa jadi lebih respek, malah lebih dekat sama siswa-siswi di sana," tutur Akew.

Bagi Akew, seorang musisi aliran apa pun, termasuk metal tidak ada salahnya untuk menjadi seorang pengajar. "Tidak ada masalah, ngeband buat hobi dan nambah penghasilan. Kalau ngajar, mau ngajar gitar atau ngajar sekolah ya buat penghasilan utama," ujarnya.

1 comments:

irpantio pamoengkas said...

Keren dan cadas abiisss!!!
Akew salah satu gitaris yg permainannya saya suka,,,
:-)