Saturday, July 24, 2010

Kaos Oblong dan Jeans Bolong


Seorang teman yang kini telah menjadi artis [bukan selebritis] dari pertama saya kenal selalu mengenakan kaos oblong yang [kadang] sudah bolong dan jeans belel. Kadang jeans dia sobek, tapi usut punya usut bukan sengaja disobek tapi karena hanya
2 pasang dan dipakai bergantian sebulan sekali tiap dicuci jadi tipis dan bolong.

Disindir siapapun dia tetap cuek. “Ada yang lebih penting dari sekedar beli baju,” kilahnya. Tahun demi tahun berlalu, dia tetap bertahan dengan gayanya. Masuk kerja pun begitu. Tapi seperti saya bilang di depan dia sudah menjadi ‘seseorang’.

Belakangan saya ketemu dia lagi, dia sudah tampil sedikit berbeda. Kali ini kombinasi army style dan hardcore. Kaos hitam polos dan celana loreng dan sepatu boots. [So hardcore banget] dan karirnya juga semakin meroket.

Orang kerap memandang sebelah mata kala orang berbusana seperti ini. Malah dibilang terkesan dekil. Termasuk orang-orang yang memandang saya sekarang. Kalau boleh meminjam istilah salah satu penulis favorit saya, stylenya sudah menyaingi fashionista dengan istilah gembelnista [kayak gembel dan nista].

Saya selalu menggunakan celana jeans sejak SMA. Sebelumnya gaya fashion saya kacau balau akibat selalu memakai baju yang dibelikan orang tua. Tapi basically tetap sama, kaos dan celana. Yang lucu saya kerap memakai kaos ungu dan celana biru [bukan jeans karena waktu itu belum punya], kaos hijau dan celana cokelat [betapa tidak nyambungnya] dan banyak lagi lainnya lah.

Waktu farewell party SMP saya pun tetap pakai kaos. Hitam dan celana coklat dengan kamera terkalung. Masuk SMA setiap pergi main atau kemanapun tetap saya pakai kaos dan jeans. Kalaupun harus pakai kemeja itu hanya sesekali saja dan in super special situation.

Perpisahan SMA saat harus dress up in theme saya pilih A Tribute to Garage Rock [dengan pakai kaos dan jeans again ditambah jas yang fit body]. Yeah memang bagaimanapun rasanya kaos dan jeans sudah jadi fashion killer saya. Ehm fashion killer ? [Kalau kata jurnalis lokal favorit saya Soleh Solihun waktu pembacaan ICEMA Awards fashion killer adalah Fanta Papa India disingkat tentunya].

Kuliah? Wah, karena sudah bebas saya tetap tidak ganti busana, kaos oblong dan jeans bolong. Sesekali pakai polo shirt. Teman saya yang disebutkan di depan tadi malah sampai ditegur “Ki ajarane wong endi nggo katok suwek nang kampus,”. Tapi dasar dia cuek, santai saja dan akan selalu begitu.

Salah satu teman kos yang ‘super gaul’ gayanya sempat bertanya kenapa saya tidak pernah pakai celana bahan. “Eh lo enggak pernah pake celana bahan ya?” “Ngapain?,” jawab saya. “Ih itu keren banget tau apalagi buat ngedate,” katanya berapi-api [maklum si teman yang satu ini memang pebisnis MLM].

Kontan omongannya tadi bikin saya mau ngakak abis. Tapi kayaknya perlu ada flashback sedikit soal teman saya ini. Kurang gaul bagaimana, tiap di kos aja kaosnya dimasukin ke kolornya [seperti babeh-babeh taun 60an]. Kalau berangkat kuliah pake celana bahan dan kemeja lengan panjang. Dan perlu dicatat dia 4 taun lebih muda dari saya.

Dan satu lagi, di pinggangnya selalu terselip hape warna PINK!
Sahabat saya ada yang serupa-rupa dengan dia. Tapi yang ini gak separah si teman kos. Kombinasi kemeja dan celana kargo atau jeans [ya normal lah]. Dan 4 semester terakhir sebelum lulus dia sempat membuat rambutnya jadi potongan emo atau harajuku [in his version of course]. Tapi alasan dia lebih logis, “Semarang panas bro. Jadi cepat gosong kalau pake tangan pendek,”.

Belakangan dia masuk kerja [di institusi pemerintahan] dan malahan jauh lebih lumayan. Tumben-tumbenan kalau dating dia pake kaos oblong dan jeans [yang enggak bolong]. Tapi he looks younger 10 years I think haha [sorry bro, but my vision say that].

Bagaimana nasib fashion saya setelah masuk dunia kerja?. Ehm ternyata tidak jauh berbeda [tetap nista maksudnya]. Cuman kalau dulu kaos oblong saya banyak didominasi warna hijau, sekarang saya banyak [hampir semua] mengenakan kaos warna hitam.
Yes, all my t shirt is black. Alasannya mudah saja, selain tidak cepat kotor kondisi air untuk nyuci kadang tidak bagus [jadi cepat kuning]. Tapi orang-orang yang melihat saya menyangka gara-gara musik metal yang identik dengan warna hitam [ya itu benar juga sebenarnya].

Waktu pacaran, si pacar juga bilang “Udah enggak usah aneh-aneh, aku cuman pengen liat kamu seperti yang pertama aku liat,” yes it means pertama saya ketemu dia ya tentunya dengan kaos hitam dan jeans hehe. Cuman yang penting buat dia adalah bersih [enggak banget kalau jeans belum dicuci seminggu apalagi udah kena becekan].

Nampaknya kaos oblong dan jeans bolong akan selalu menemani hidup saya. [Mengingat saya tidak ingin dan tidak akan pernah bekerja di tempat orang-orang berdasi haha]. Meskipun sekarang sih sudah tidak terlalu gembelnista lah [at least kaosnya masih yang belum pudar warnanya dan jeansnya tak lagi bolong] tapi sesuai kata teman saya “Dengan begini rasanya kita akan lebih plong!," katanya sambil terus sibuk didepan monitor.

0 comments: